WARTAKINIAN.COM - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Cigalontang menuai sorotan dari sejumlah orang tua murid. Mereka mempertanyakan transparansi anggaran serta kualitas makanan yang dibagikan kepada para siswa di beberapa sekolah.
Sejumlah wali murid mengaku menemukan beberapa kejanggalan pada paket makanan yang diterima anak-anak mereka. Salah satunya adalah tidak adanya label harga atau informasi nilai anggaran pada setiap paket menu MBG yang dibagikan kepada siswa.
Kondisi tersebut menimbulkan tanda tanya di kalangan orang tua murid terkait keterbukaan pengelolaan anggaran program yang bersumber dari dana pemerintah. Mereka menilai informasi terkait komponen menu dan nilai pengadaan seharusnya disampaikan secara transparan kepada publik.
Selain itu, orang tua murid juga menyoroti adanya produk roti dalam paket menu MBG yang diduga tidak mencantumkan tanggal kedaluwarsa atau tanggal produksi pada kemasannya. Hal ini menimbulkan kekhawatiran mengenai keamanan dan kelayakan konsumsi makanan yang diberikan kepada para siswa.
Menurut salah seorang wali murid yang berinisial SN saat dikonfirmasi awak media, "makanan yang diberikan kepada anak sekolah seharusnya memenuhi standar keamanan pangan, termasuk mencantumkan informasi yang jelas terkait masa berlaku produk. “Kami hanya ingin memastikan makanan yang dikonsumsi anak-anak aman dan sesuai standar,” ujarnya. Sabtu 07/03/2026.
Para orang tua murid berharap pihak pengelola program MBG di tingkat kecamatan maupun instansi terkait dapat memberikan klarifikasi serta meningkatkan pengawasan terhadap kualitas makanan dan transparansi anggaran, agar program yang bertujuan meningkatkan gizi anak sekolah tersebut dapat berjalan dengan baik dan tepat sasaran.
Hingga berita ini diturunkan pihak mitra yayasan ataupun koordinator SPPG kecamatan belum bisa dikonfirmasi untuk keterangan dan klarifikasi terkait transparansi anggaran menu MBG dan tanggal Kadaluarsa produksi Roti.
(WN)


