• Jelajahi

    Copyright ©
    Sinyal Bekasi

    Iklan

    Ketua DPC DSN Mustikajaya Kritik Program MBG di Sekolah, Diduga Tidak Sesuai Standar

    07/03/2026, 14:10 WIB Last Updated 2026-03-07T07:11:16Z

    PENULIS : ADE DWI HIDAYAT

    Ketua DPC Darma Siliwangi Nusantara (DSN) Kecamatan Mustikajaya, Mansur,

    WARTAKINIAN.COM
    – Ketua DPC Darma Siliwangi Nusantara (DSN) Kecamatan Mustikajaya, Mansur, mengkritik pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sejumlah sekolah di wilayah Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. Ia menilai pelaksanaan program tersebut diduga dilakukan secara asal-asalan dan tidak sesuai dengan standar yang seharusnya.


    Menurut Mansur, dalam beberapa hari terakhir beredar berbagai unggahan di media sosial yang memperlihatkan kondisi makanan dari program MBG yang dinilai tidak layak. Dalam unggahan tersebut terlihat makanan yang diduga sudah basi, porsi yang sangat sedikit, hingga pembagian roti tanpa kejelasan tanggal kedaluwarsa.


    “Kami sangat menyayangkan jika program yang tujuannya baik untuk membantu kebutuhan gizi anak-anak sekolah justru dilaksanakan tanpa memperhatikan kualitas dan standar makanan,” ujar Mansur saat dimintai keterangan, Sabtu (7/3/2026).



    Ia menilai, program MBG seharusnya menjadi perhatian serius karena menyangkut kesehatan dan asupan gizi para pelajar. Jika pelaksanaannya tidak diawasi dengan baik, dikhawatirkan justru dapat menimbulkan masalah baru bagi siswa.


    “Ini menyangkut kesehatan anak-anak. Jangan sampai makanan yang dibagikan tidak layak konsumsi, apalagi sampai basi. Kalau benar seperti yang beredar di media sosial, ini harus segera dievaluasi,” tegasnya.


    Mansur juga meminta pemerintah daerah serta pihak terkait untuk melakukan pengawasan ketat terhadap pihak penyedia makanan dalam program tersebut. Ia menegaskan bahwa program pemerintah yang menggunakan anggaran negara harus dijalankan secara profesional dan transparan.


    “Program ini bagus, tapi jangan sampai pelaksanaannya merugikan siswa. Pemerintah harus turun tangan melakukan pengecekan langsung ke sekolah-sekolah agar kualitas makanan benar-benar sesuai standar gizi,” katanya.


    Ia berharap evaluasi segera dilakukan agar tujuan program untuk meningkatkan kualitas gizi siswa dapat tercapai dengan baik dan tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat.


    (Dwi)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    PEMERINTAH

    +
    /*]]>*/