-->
  • Jelajahi

    Copyright ©
    Sinyal Bekasi

    Iklan

     




    Endapan Lumpur Tinggi, Kalibaru Setiadarma Dinormalisasi Pemkab Bekasi ‎

    03/09/2026, 13:24 WIB Last Updated 2026-09-03T06:24:48Z

    PENULIS : ADE DWI HIDAYAT



    BEKASI, wartakinian.com – Mengantisipasi potensi luapan air saat musim hujan, warga RW 02 Desa Setiadarma bersama Pemerintah Kecamatan Tambun Selatan, Perumda Tirta Bhagasasi, dan UPTD SDABMBK Kabupaten Bekasi melakukan normalisasi Kalibaru di Jalan KH. Abu Bakar, Desa Setiadarma, Kecamatan Tambun Selatan, Kamis (3/9/2026) pagi.

    ‎Normalisasi dilakukan setelah warga menyampaikan keluhan terkait tingginya endapan lumpur di dasar kali. Kondisi tersebut dikhawatirkan menghambat aliran air dan meningkatkan risiko air meluap ke permukiman ketika intensitas hujan meningkat.

    ‎Ketua RW 02 Setiadarma, Ahmad, mengatakan kegiatan normalisasi tersebut merupakan tindak lanjut atas keresahan warga terhadap kondisi Kalibaru yang semakin dangkal akibat endapan lumpur.

    ‎“Dasar kali sudah tinggi karena lumpur. Kami khawatir ketika musim hujan air tumpah ke permukiman warga. Harapannya, dengan upaya normalisasi ini potensi air hujan yang limpas dari kali bisa ditanggulangi sehingga tidak masuk ke permukiman,” ujar Ahmad.

    ‎Menurutnya, normalisasi menjadi langkah penting untuk menjaga kapasitas aliran kali, terutama menghadapi musim penghujan. Ia berharap perhatian terhadap kondisi Kalibaru dapat dilakukan secara berkelanjutan.

    ‎Ketua BPD Setiadarma, H. Isaban Irman, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut berawal dari aspirasi masyarakat yang kemudian ditindaklanjuti BPD dengan melakukan koordinasi bersama berbagai pihak.

    ‎“Kegiatan ini merupakan usulan warga yang kemudian kami tindak lanjuti dengan berkoordinasi bersama pemerintah kecamatan, Perumda Tirta Bhagasasi dan UPTD SDABMBK Kabupaten Bekasi. Kami berharap kegiatan normalisasi seperti ini bisa dilakukan secara berkala,” katanya.

    ‎Ia menilai sinergi lintas pihak diperlukan untuk menangani persoalan lingkungan, khususnya kondisi saluran air yang berpotensi memengaruhi permukiman warga.

    ‎Sementara itu, Kepala Cabang Tambun Perumda Tirta Bhagasasi, Windi Widyastuti, berharap normalisasi tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus mengurangi keluhan warga.

    ‎“Kami berharap kegiatan ini bisa bermanfaat dan mengurangi keluhan warga. Dengan normalisasi ini, aliran air kali diharapkan menjadi lebih lancar karena endapannya memang sudah cukup tinggi,” ujar Windi.

    ‎Dukungan juga disampaikan Camat Tambun Selatan, Sopian Hadi. Ia mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut dan berharap kepedulian terhadap lingkungan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah.

    ‎“Kami mengapresiasi semua pihak yang terlibat. Mudah-mudahan kegiatan ini menjadi perhatian bersama agar kita semua semakin peduli terhadap lingkungan,” kata Sopian.

    ‎Menurutnya, masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga fungsi kali dan saluran air. Salah satunya dengan tidak menjadikan kali sebagai tempat pembuangan sampah.

    ‎“Yang tidak kalah penting adalah peran masyarakat. Kali harus kita jaga bersama, salah satunya dengan tidak membuang sampah ke kali,” imbuhnya.

    ‎UPTD SDABMBK Kabupaten Bekasi, Solihin, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan normalisasi Kalibaru. Ia memastikan pihaknya siap ikut mendukung berbagai kegiatan positif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

    ‎“Kami mendukung kegiatan normalisasi ini dan berkomitmen untuk ikut membantu kegiatan-kegiatan positif yang manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat,” ujar Solihin.

    ‎Kegiatan normalisasi Kalibaru tersebut menjadi contoh bagaimana aspirasi warga dapat ditindaklanjuti melalui kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa dan kecamatan, serta instansi terkait.

    ‎Selain membantu memperlancar aliran air, normalisasi diharapkan dapat menjadi bagian dari langkah antisipatif menghadapi musim hujan sekaligus meningkatkan kesadaran bersama untuk menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.

    ‎Warga pun berharap normalisasi tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, melainkan dapat dilakukan secara berkala agar kondisi Kalibaru tetap terjaga dan risiko luapan air ke permukiman dapat diminimalkan. 


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    PEMERINTAH

    +
    /*]]>*/