Wartakinian.com, Kota Bekasi – Upaya penyelesaian persoalan ijazah milik anak warga Mustikajaya yang sempat tertahan akibat tunggakan biaya pendidikan akhirnya tuntas. Setelah sebelumnya satu ijazah berhasil diserahkan oleh SMK BKM 1 melalui kordinasi pemerintah dan Baznas Kota Bekasi, kini ijazah lainnya yang berada di MTs Al-Huda Rawasapi, Kelurahan Jatimulya, Kabupaten Bekasi, juga berhasil diselesaikan.
Penyelesaian tunggakan sebesar Rp1.600.000 dilakukan melalui anggaran Pemerintah Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. Dalam proses penyelesaian kali ini tidak terdapat campur tangan anggaran dari Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Bekasi.
Penyerahan ijazah berlangsung di lingkungan MTs Al-Huda Rawasapi dan dihadiri Camat Mustikajaya Maka Nachrowi, S.AP., M.Si. beserta jajaran, Kepala MTs Al Huda, Fajar Priantoro, Bendahara MTs Al Huda, Naedah, Dewan Guru MTs Al-Huda, Ustadz Yasin Setiawan pihak sekolah, serta keluarga siswa yang bersangkutan, Selasa (09/06/2026).
Camat Mustikajaya, Maka Nachrowi, S.AP., M.Si., mengatakan bahwa penyelesaian persoalan tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap warga agar hak pendidikan anak dapat terpenuhi dan tidak terkendala persoalan administrasi.
"Ini kepedulian kami kepada warga kami. Alhamdulillah, berkat komunikasi Pemerintah Kecamatan atas arahan Bapak Wali Kota Bekasi, kami berkoordinasi dengan Kepala Sekolah MTs Al-Huda terkait keluhan warga kami mengenai administrasi penebusan ijazah. Alhamdulillah, hari ini ijazah tersebut sudah diterima," ujar Maka Nachrowi.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada pihak sekolah yang telah memberikan keringanan biaya administrasi sehingga proses penyelesaian dapat berjalan dengan baik. Menurutnya, Pemerintah Kecamatan Mustikajaya akan terus hadir di tengah masyarakat untuk membantu mencarikan solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi warga, termasuk di bidang pendidikan.
"Apresiasi juga saya sampaikan kepada Pak Catur yang terus berjuang demi masa depan anaknya. Mudah-mudahan ijazah ini dapat bermanfaat dan menjadi langkah awal bagi ananda Kirania Cantika Lestari untuk meraih cita-citanya. Pemerintah hadir untuk memberikan solusi terbaik bagi masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, Kepala MTs Al-Huda Rawasapi, Fajar, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Mustikajaya yang telah membantu menyelesaikan persoalan tunggakan sehingga ijazah dapat diserahkan kepada pemiliknya.
"Sekolah kami tidak saklek terkait pembiayaan. Silakan orang tua murid datang dan berkomunikasi dengan pihak sekolah. Ketika ada komunikasi yang baik antara orang tua dan sekolah, saya yakin pasti ada solusi terbaik yang bisa ditemukan," ungkap Fajar.
Ia berharap komunikasi dan koordinasi antara pihak sekolah, orang tua, dan pemerintah dapat terus terjalin dengan baik sehingga persoalan serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.
Di sisi lain, orang tua siswa, Catur, mengaku bersyukur dan berterima kasih atas bantuan serta perhatian yang diberikan Pemerintah Kecamatan Mustikajaya hingga kedua ijazah anaknya kini berhasil diperoleh.
"Alhamdulillah, saya sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Pemerintah, khususnya Walikota Bekasi dan Wakil Walikota Bekasi serta Pak Camat Mustikajaya dan jajarannya, yang telah membantu menyelesaikan persoalan ijazah anak saya. Terima kasih juga kepada pihak sekolah yang telah memberikan jalan keluar. Dengan diterimanya kedua ijazah ini, beban dan kekhawatiran kami akhirnya terjawab. Semoga kebaikan semua pihak mendapat balasan dari Allah SWT," ujar Catur.
Dengan diserahkannya ijazah dari MTs Al-Huda Rawasapi, maka seluruh persoalan ijazah yang sebelumnya dialami keluarga Catur telah berhasil diselesaikan. Pemerintah Kecamatan Mustikajaya berharap kejadian serupa menjadi perhatian bersama agar tidak ada lagi warga yang kehilangan kesempatan melanjutkan pendidikan maupun mencari pekerjaan akibat terkendala administrasi pendidikan.
Keberhasilan penyelesaian dua ijazah tersebut juga menjadi bukti bahwa kehadiran pemerintah di tengah masyarakat dapat menghadirkan solusi nyata melalui komunikasi, koordinasi, dan langkah cepat dalam membantu warga yang membutuhkan.
(Dwi)


