• Jelajahi

    Copyright ©
    Sinyal Bekasi

    Iklan

    Disekap 3 Tahun di Bandung: Wanita Disiksa Pacar Dipukuli Jika Tolak Penuhi Hasrat, Pelaku Seorang Debt Collector

    22/06/2026, 21:19 WIB Last Updated 2026-06-22T14:19:08Z

    PENULIS : ADE DWI HIDAYAT

    Poto pelaku (DPO) 

    WARTAKINIAN.COM
    - ‎Sebuah kisah memilukan menimpa Yuvita Tri Rezeki (29). Selama tiga tahun lamanya, perempuan ini harus bertahan hidup di bawah bayang-bayang kekejaman kekasihnya sendiri, Taufik Hidayat (30).


    ‎Yuvita tidak hanya menjadi korban penyekapan dan penyiksaan fisik yang brutal, tetapi juga mengalami kekerasan seksual yang traumatis selama berada dalam cengkeraman pelaku. Nestapa ini baru terkuak ke publik setelah Yuvita akhirnya berhasil meloloskan diri dari situasi mengerikan yang membelenggunya selama bertahun-tahun.


    ‎Sebelumnya, Yuvita mengaku sudah berulang kali mencoba melarikan diri dari tempat penyekapan tersebut. Sialnya, setiap kali ia mencoba kabur, usahanya selalu gagal dan justru berujung pada tindakan penyiksaan yang jauh lebih kejam dari pelaku.


    ‎Penderitaan perempuan berusia 29 tahun ini pun kian lengkap. Tak puas menyiksa fisiknya, Taufik juga menguras habis seluruh harta benda milik korban. Mulai dari kendaraan pribadi, gaji bulanan, hingga dana tunjangan BPJS Ketenagakerjaan milik Yuvita dijarah tanpa sisa oleh pelaku.


    ‎Kedok Manis di Awal Hubungan yang Berubah Menjadi Petaka


    ‎Di awal perkenalan mereka, Yuvita menuturkan bahwa Taufik sama sekali tidak menunjukkan gelagat yang mencurigakan atau berperilaku kasar. Sikapnya terlihat biasa saja seperti pria pada umumnya, sehingga tidak memicu kecurigaan apa pun.


    ‎Namun, topeng itu perlahan terbuka setelah hubungan mereka berjalan beberapa waktu. Tindakan kekerasan pertama mulai pecah hanya dalam hitungan minggu hingga satu bulan sejak mereka bersama.


    ‎"Waktu awal ketemu dia baik-baik aja, cuma setelah kurang lebih satu minggu atau satu bulan, mata saya jadi rusak," kata Yuvita dikutip dari Youtube Curhat Bang Denny Sumargo, Senin (22/6/2026).


    ‎Pelaku tampaknya sengaja mengincar bagian mata korban sebagai sasaran pertama. Kondisi ini diduga sengaja dibuat agar Yuvita mengalami keterbatasan fisik, sehingga semakin sulit untuk melarikan diri dan menjadi bergantung sepenuhnya pada pelaku


    ‎"Selama 2 tahun ga bisa keluar kosan karena sudah gak bisa lihat," ucapnya lagi.


    ‎Di bawah tekanan dan rasa ketakutan yang luar biasa, Yuvita mengaku tidak memiliki keberanian untuk melawan. Jangankan kabur, bersuara sedikit saja saat dihajar akan membuat siksaan yang diterimanya menjadi berkali-kali lipat lebih parah.


    ‎"Jadi kalau misalkan disiksa, terus saya mengeluarkan suara, sama dia disiksa lagi. Jadi saya gak bisa ke mana-mana," tutur dia.


    ‎Kekasih Bekerja Sebagai Debt Collector dan Sering Mengancam


    ‎Sehari-harinya, pria yang menyekapnya tersebut ternyata bekerja sebagai penagih utang. Jika sang kekasih sedang keluar rumah untuk bekerja, Yuvita dipaksa untuk mengurung diri.


    ‎"Dia kan kerjanya debt collector, kalau dia pergi nagih ke konsumen, saya disuruh tidur, kalau ikut disuruh pakai masker," katanya lagi.


    ‎Berawal dari kekerasan di bagian mata, siksaan Taufik perlahan merembet hingga meninggalkan luka parah di hampir seluruh tubuh Yuvita.


    ‎"Saya sering dipukul pertama mata dulu, terus telinga, kaki sama bedog (golok). Dipaksa untuk pakai tato sama dia," ucapnya.


    ‎Selama hampir tiga tahun masa penyekapan yang tidak manusiawi itu, Yuvita mengaku hanya diberi makan satu kali dalam sehari. Bahkan, ia sering kali dipaksa menghabiskan waktunya di dalam kamar mandi.


    ‎"Kalau makan sehari cuma satu kali, itu juga kalau aku suka makan sendiri, terus sisanya disuruh tiduran di kamar mandi, karena aku gak bisa lihat, jadi mau mandi gimana gitu kan," katanya.


    ‎Bahkan untuk urusan paling privat seperti buang air besar pun, Yuvita harus mengenakan popok sekali pakai setiap hari yang dibelikan oleh pelaku.


    ‎Penyekapan ini akhirnya runtuh ketika kondisi kesehatan Yuvita memburuk drastis akibat luka di kepalanya yang mulai mengeluarkan cairan. Melihat kondisi kritis tersebut, penjaga kos tempat mereka tinggal akhirnya berinisiatif melarikan Yuvita ke rumah sakit.


    ‎"Aku dianter ke sini sama yang punya kosan. Jadi dia tuh make motor, aku sama yang punya kosan pakai mobil (taksi online) ke sini," ucapnya.


    ‎Harta Dikuras Habis Hingga Teror di Tempat Kerja


    ‎Kekejaman Taufik ternyata juga berimbas pada pekerjaan Yuvita. Saat masih aktif bekerja, pelaku kerap mendatangi kantor dan memarahi atasan Yuvita, hingga akhirnya korban memilih resign demi menghindari keributan.


    ‎"Hampir semua atasan aku sama dia dimarahin, jadi aku daripada gimana-gimana ya mendingan keluar aja," kata dia.


    ‎Kini, Yuvita harus menerima kenyataan pahit bahwa seluruh aset dan uang yang dikumpulkannya dari hasil jerih payah bekerja telah ludes digondol pelaku.


    ‎"Motor, iPhone, BPJS aku, gaji, aku juga minjem kakak sebagian, semua diambil sama dia, bilangnya buat sehari-hari. Aku ikut aja, uang juga sama dia. Dia ngerokok, suka minum juga, paling aku dikasih makan sama jajan, satu kali, kadang dua kali," ucapnya.


    ‎Mengalami Kekerasan Seksual Jika Menolak Melayani Pelaku


    ‎Sisi gelap lain dari kasus ini adalah adanya dugaan kuat tindak kekerasan seksual. Hal ini diungkapkan langsung oleh kakak ipar Yuvita, Melanie, saat hadir dalam sesi tanya jawab bersama Denny Sumargo.


    ‎"Jelas itu, sudah pasti tidak mungkin tidak (kekerasan seksual)," ungkap Melanir.


    ‎Berdasarkan pengakuan langsung dari Yuvita kepada keluarga, dirinya kerap kali dipukuli dan disiksa secara brutal apabila berani menolak ajakan pelaku untuk berhubungan intim.


    ‎"Saya gak berani menanyakan, cuma kemarin kebetulan ada yang bertanya. Dia bilang 'iya, kalau saya nggak mau disiksa'," tutur Melanie.


    ‎Meski seluruh cerita mengerikan dan bukti kekejaman ini sudah dibeberkan ke publik, hingga saat ini pelaku bernama Taufik Hidayat dikabarkan masih bernapas bebas di luar sana dan belum tertangkap.


    ‎Sumber: (Serambinews.com)

    ‎(Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    PEMERINTAH

    +
    /*]]>*/