JAKARTA - Dewan Pengacara Nasional (DPN) Indonesia berkolaborasi dengan Pimpinan Pusat (PP) Pagar Nusa Nahdlatul Ulama (NU) dan FHP Law School, resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) terkait pemberian beasiswa Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA).
Melalui kerja sama ini, DPN Indonesia memberikan 2.000 beasiswa bagi kader Pagar Nusa lulusan S1 Hukum di seluruh Indonesia untuk menjadi advokat profesional (17/10/2026).
Penandatanganan bersejarah yang berdekatan dengan momentum Hari Santri Nasional ini dilangsungkan di Lantai 5 Ruang Rapat Bersejarah, Kantor Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Jakarta, pada Jumat (16/10/2026).
Presiden DPN Indonesia, Dr. Faizal Hafied, S.H., M.H., Yang Juga Ketua IKABNAS Lemhannas (Ikatan Keluarga Alumni Kebangsaan Lemhannas) menyatakan bahwa program ini merupakan bentuk nyata pengabdian lembaganya di dunia profesi hukum dalam rangka mencetak praktisi hukum yang istimewa dan berkualitas dari Kader Nahdlatul Ulama, Wabil Khusus dari Kader-Kader Pagar Nusa, sekaligus untuk mengaktualisasikan apa yang di ajarkan di Lemhannas RI Merangkul semua putra-putri terbaik bangsa dalam rangka Menjaga dan Merekatkan keutuhan Nusa dan bangsa Melalui Profesi Advokat.
“Kami memberikan 2 Paket Beasiswa Presiden untuk 2.000 kader Pagar Nusa di seluruh Indonesia. Yang Pertama Paket Beasiwa Presiden Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA).
Yang Kedua Paket Beasiswa Presiden Prestasi, Khusus Bagi kader terbaik yang berprestasi Nasional atau Internasional, best of the best-nya, kami siapkan 'karpet merah dan karpet biru', artinya semua hal mulai dari PKPA, Ujian Profesi Advokat (UPA), pelantikan, penyumpahan, hingga pemberian toga akan ditanggung penuh oleh PRESIDEN DPN INDONESIA hingga menjadi Advokat paripurna,” ujar Faizal Hafied.
Faizal menambahkan, pendidikan khusus profesi Advokat (PKPA) ini akan diselenggarakan secara online nasional berskala nasional dengan menghadirkan para pengajar kelas wahid. Para pemateri terdiri dari Advokat-Advokat Top, Praktisi Hukum Papan Atas Nasional, mantan pimpinan Mahkamah Konstitusi (MK), pejabat di Kejaksaan Agung, Hakim Agung, hingga guru besar dan akademisi terkenal.
“Tujuannya agar calon advokat dari Sabang sampai Merauke memiliki kualitas dan keilmuan hukum yang terbaik dan setara. Kami berharap advokat dari Pagar Nusa ini kedepannya dapat menjadi garda terdepan untuk memberikan bantuan hukum bagi para pencari keadilan di seluruh wilayah Indonesia, menjadi Advokat yang berguna bagi masyarakat, Nusa dan Bangsa,” tegas Faizal.
*Mencetak Pendekar Hukum yang Beradab*
Ketua Umum PP Pagar Nusa, Gus Muchammad Nabil Haroen, menyambut antusias kerja sama strategis ini. Ia menilai beasiswa ini sebagai kado istimewa bagi Pagar Nusa dan keluarga besar Nahdlatul Ulama.
“Bagi saya, kehormatan seorang pendekar terletak pada kesanggupannya untuk melindungi.
Sebagaimana mars kita, 'Pagar Nusa, kami adalah pelindung bangsa'.
Pengetahuan hukum yang kita miliki harus dapat menjadi pegangan bagi masyarakat yang sedang berada di dalam ketidakpastian hukum, terutama bagi mereka yang tidak memiliki biaya maupun keberanian untuk memperjuangkan haknya,” jelas Gus Nabil.
Gus Nabil juga menekankan bahwa kuota 2.000 peserta ini merupakan langkah awal.
Jika antusiasme kader tinggi dan kuota habis dalam waktu singkat, Pagar Nusa dan DPN Indonesia siap memperbarui MoU untuk menambah jumlah kuota penerima beasiswa hingga belasan ribu peserta.
Sebagai bentuk penghormatan dan penguatan kelembagaan, dalam kesempatan tersebut Gus Nabil juga secara resmi mendaulat _Gus Presiden DPN Indonesia Dr. Faizal Hafied, SH., MH._ dan _Gus Presiden FHP Law School Satria Utama_ untuk menjadi Dewan Pakar di Lembaga Advokat dan Bantuan Hukum (LABH) PP Pagar Nusa.
*Dukungan Penuh PBNU*
Penandatanganan kerja sama ini turut disaksikan langsung oleh Katib Syuriah PBNU, KH Ahmad Sudrajat.
Ia menegaskan bahwa langkah Pagar Nusa dan DPN Indonesia ini sangat selaras dengan program prioritas PBNU tahun ini.
“Salah satu atensi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama tahun ini adalah membangun Qonun Asasi serta menguatkan hukum dan Jam'iyyah.
Kita sadari betul hari ini masyarakat kita perlu literasi, advokasi, dan kesadaran hukum agar tidak terjadi penyelesaian masalah yang mengabaikan hukum atau chaos,” terang KH Ahmad Sudrajat.
Kiai Sudrajat berharap, para advokat jebolan Pagar Nusa dan DPN Indonesia Yang akan dibina langsung oleh Gus Presiden DPN Indonesia Dr. Faizal Hafied, SH., MH. dan Gus Presiden FHP Law School Satria Utama ini, kelak tidak hanya mumpuni secara akademis, tetapi juga memiliki kedewasaan moral ala santri.
“Insyaallah, advokat yang berasal dari DPN Indonesia dan Pagar Nusa bisa memberikan advokasi yang pas dan kuat, apalagi mereka adalah para santri yang memiliki kesadaran untuk selalu memberikan kebaikan bagi semesta (rahmatan lil alamin),” pungkasnya.(Leni)

