-->
  • Jelajahi

    Copyright ©
    Sinyal Bekasi

    Iklan

    Chandra F Simatupang Ajak Santri Terus Berkarya, DPC PWRI Kabupaten Tasikmalaya Sampaikan Selamat Hari Santri Nasional 2026

    22/10/2026, 08:52 WIB Last Updated 2026-10-22T01:52:04Z

    PENULIS : ADE DWI HIDAYAT


    TASIKMALAYA, wartakinian.com — Ketua Dewan Pimpinan Cabang Persatuan Wartawan Republik Indonesia (DPC PWRI) Kabupaten Tasikmalaya, Chandra F Simatupang, menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2026 yang jatuh pada Kamis, 22 Oktober 2026. Momentum tahunan tersebut diharapkan menjadi pengingat pentingnya peran santri dan pondok pesantren dalam membangun generasi bangsa yang berilmu, berakhlak mulia, serta memiliki semangat pengabdian kepada agama, masyarakat, dan negara.


    Ucapan tersebut disampaikan bersama keluarga besar DPC PWRI Kabupaten Tasikmalaya sebagai bentuk penghormatan dan apresiasi terhadap kontribusi santri dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, termasuk dalam menjaga nilai-nilai keagamaan, memperjuangkan kemerdekaan, mempertahankan persatuan, serta mengembangkan kehidupan sosial yang berlandaskan moral dan kebersamaan.


    Melalui pesan peringatan Hari Santri Nasional 2026, Chandra mengajak seluruh santri, khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, untuk terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, dan memperkuat karakter di tengah perkembangan zaman yang semakin dinamis.


    Menurutnya, santri merupakan bagian penting dari sumber daya manusia Indonesia yang memiliki potensi besar untuk mengambil peran dalam berbagai sektor kehidupan. Santri tidak hanya dituntut memahami ilmu agama, tetapi juga perlu memiliki kemampuan, keterampilan, dan pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.


    “Selamat Hari Santri Nasional 2026. Semoga seluruh santri Indonesia, khususnya di Kabupaten Tasikmalaya, terus tumbuh menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, berintegritas, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara,” menjadi pesan dalam ucapan keluarga besar DPC PWRI Kabupaten Tasikmalaya.


    Chandra menilai, nilai-nilai yang diajarkan di lingkungan pesantren, seperti keikhlasan, kedisiplinan, kesederhanaan, kemandirian, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap guru, merupakan fondasi penting dalam membentuk karakter generasi muda. Nilai-nilai tersebut perlu terus dijaga dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan pendidikan maupun di tengah masyarakat.


    Baginya, kekuatan santri tidak hanya terletak pada kemampuan mendalami ilmu agama, tetapi juga pada karakter, keteguhan prinsip, serta kesediaan untuk mengabdi demi kepentingan masyarakat luas.


    Dengan bekal pendidikan pesantren yang kuat, santri diharapkan mampu menjadi pelopor kebaikan, menjaga kerukunan, membangun solidaritas sosial, dan ikut memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.


    Santri Harus Mampu Menjawab Tantangan Zaman


    Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini juga menjadi momentum untuk mendorong santri agar semakin siap menghadapi tantangan era digital. Perkembangan teknologi informasi yang begitu cepat menuntut generasi muda memiliki kemampuan berpikir kritis, kecakapan literasi digital, serta sikap bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi.


    Di tengah derasnya arus informasi melalui media sosial, santri diharapkan mampu menjadi bagian dari masyarakat yang cerdas dalam memilah informasi, tidak mudah terpengaruh berita yang belum terverifikasi, serta turut menjaga ruang digital agar tetap sehat dan produktif.


    Selain itu, penguasaan teknologi perlu diimbangi dengan penguatan akhlak dan etika. Kemajuan ilmu pengetahuan dan keterampilan digital akan memberikan manfaat lebih besar apabila digunakan untuk kepentingan pendidikan, pemberdayaan masyarakat, pengembangan ekonomi, serta penyebaran nilai-nilai positif.


    Santri juga memiliki peluang untuk berkontribusi dalam berbagai bidang profesi, mulai dari pendidikan, kewirausahaan, pelayanan publik, teknologi, hingga dunia jurnalistik. Dengan demikian, lulusan pesantren dapat mengambil bagian dalam pembangunan bangsa tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai luhur yang menjadi ciri khasnya.


    Chandra berharap, semangat Hari Santri Nasional tidak berhenti pada kegiatan peringatan atau penyampaian ucapan semata. Lebih dari itu, momentum ini hendaknya menjadi dorongan bagi seluruh elemen masyarakat untuk memberikan ruang, dukungan, dan kesempatan kepada santri agar dapat berkembang sesuai potensi masing-masing.


    Pesantren dan Peran Strategis dalam Pembangunan Daerah


    Kabupaten Tasikmalaya dikenal memiliki kehidupan keagamaan yang kuat serta keberadaan pondok pesantren yang menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat. Pesantren tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan keagamaan, tetapi juga memiliki peran sosial dalam membangun karakter, menanamkan nilai kebersamaan, dan membentuk generasi yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.


    Keberadaan pesantren diharapkan terus menjadi kekuatan dalam mendukung pembangunan daerah, terutama melalui pendidikan karakter, pemberdayaan generasi muda, penguatan ekonomi masyarakat, dan pembinaan kehidupan sosial yang harmonis.


    Dalam konteks tersebut, sinergi antara pemerintah daerah, lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi kemasyarakatan, insan pers, dan masyarakat luas menjadi hal penting untuk terus diperkuat.


    Dukungan terhadap pesantren dan santri dapat diwujudkan melalui peningkatan akses pendidikan, pengembangan keterampilan, pemberdayaan usaha berbasis pesantren, serta pembukaan kesempatan bagi generasi muda untuk berpartisipasi dalam berbagai program pembangunan.


    Chandra memandang bahwa kemajuan daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang memiliki integritas, tanggung jawab, dan kepedulian sosial.


    Karena itu, semangat yang tumbuh dari lingkungan pesantren diharapkan dapat menjadi salah satu kekuatan dalam menciptakan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya yang semakin maju, berdaya saing, dan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai religius.


    PWRI Dorong Informasi Positif dan Edukatif tentang Santri


    Sebagai organisasi profesi kewartawanan, keluarga besar DPC PWRI Kabupaten Tasikmalaya turut memandang pentingnya peran media massa dalam menyampaikan informasi yang mendidik dan membangun kesadaran masyarakat mengenai kontribusi santri serta lembaga pesantren.


    Media memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan. Melalui pemberitaan yang berkualitas, berbagai kiprah positif santri, inovasi pesantren, serta kontribusi tokoh agama dalam kehidupan sosial dapat diketahui masyarakat secara lebih luas.


    Pemberitaan mengenai dunia pesantren juga perlu memberikan ruang bagi beragam prestasi dan kegiatan produktif para santri, termasuk di bidang pendidikan, sosial kemasyarakatan, kewirausahaan, lingkungan, dan pengembangan teknologi.


    Dengan penyampaian informasi yang tepat, media dapat membantu membangun pemahaman publik bahwa santri merupakan bagian dari generasi masa depan yang memiliki kesempatan luas untuk berkontribusi dalam pembangunan nasional.


    Di sisi lain, literasi media juga penting agar masyarakat terbiasa memeriksa kebenaran informasi sebelum membagikannya. Sikap kritis, santun, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial merupakan bagian dari upaya menjaga persatuan serta mencegah berkembangnya informasi yang dapat memicu kesalahpahaman.


    Melalui momentum Hari Santri Nasional 2026, DPC PWRI Kabupaten Tasikmalaya berharap hubungan yang harmonis antara insan pers, ulama, santri, lembaga pesantren, pemerintah, dan masyarakat dapat terus terpelihara.


    Kolaborasi tersebut diharapkan mampu melahirkan berbagai inisiatif positif yang bermanfaat bagi masyarakat, sekaligus memperkuat peran pendidikan dan informasi dalam mendukung kemajuan Kabupaten Tasikmalaya.


    Santri Berdaya, Indonesia Jaya


    Hari Santri Nasional 2026 mengusung semangat “Santri Berdaya, Indonesia Jaya”, dengan pesan “Dari Pesantren untuk Negeri, Menjaga Akhlak, Menguatkan Bangsa.” Semangat tersebut mengandung harapan agar santri semakin mampu mengembangkan potensi diri, beradaptasi dengan perubahan zaman, serta tetap berpegang pada nilai-nilai agama dan kebangsaan.


    Santri berdaya berarti santri yang memiliki pengetahuan, keterampilan, kemandirian, dan karakter kuat sehingga mampu mengambil peran dalam kehidupan masyarakat. Sementara Indonesia jaya mencerminkan cita-cita bersama untuk membangun bangsa yang maju, bersatu, berkeadilan, dan memiliki sumber daya manusia berkualitas.


    Peringatan ini juga menjadi pengingat bahwa menjaga akhlak dan memperkuat persatuan merupakan tanggung jawab bersama. Perbedaan latar belakang, pandangan, maupun profesi hendaknya tidak menjadi penghalang untuk membangun kerja sama demi kepentingan masyarakat dan bangsa.


    Chandra F Simatupang bersama keluarga besar DPC PWRI Kabupaten Tasikmalaya berharap para santri terus menjadi generasi yang membawa manfaat, menjaga nilai-nilai luhur pesantren, serta berani mengambil peran dalam menjawab berbagai tantangan masa depan.


    Dengan semangat kebersamaan, pendidikan, dan pengabdian, santri diharapkan tidak hanya menjadi penerus tradisi keilmuan Islam, tetapi juga menjadi bagian aktif dari pembangunan Indonesia yang lebih baik.


    Selamat Hari Santri Nasional 2026. Santri Berdaya, Indonesia Jaya. Dari Pesantren untuk Negeri, Menjaga Akhlak, Menguatkan Bangsa.


    Keluarga Besar DPC PWRI Kabupaten Tasikmalaya

    Chandra F Simatupang

    Ketua DPC PWRI Kabupaten Tasikmalaya


    (WN)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    PEMERINTAH

    +
    /*]]>*/