-->
  • Jelajahi

    Copyright ©
    Sinyal Bekasi

    Iklan

     




    Tigor Doris Buka Suara soal Video Bersama Pipit: “100 Persen Tidak Benar"

    03/09/2026, 21:01 WIB Last Updated 2026-09-03T14:02:47Z

    PENULIS : ADE DWI HIDAYAT

    Tigor Doris Sitorus, S.E., 


    BEKASI, wartakinian.com – Tigor Doris Sitorus, S.E., yang terlihat bersama Kepala Desa Lambangsari Pipit Haryanti dalam video yang beredar, membantah keras narasi yang menyebut keduanya bermesraan.

    ‎Tigor menegaskan, narasi tersebut tidak sesuai dengan fakta yang menurutnya terjadi dalam video.

    ‎“Saya tegaskan bahwa narasi ‘bermesraan dengan oknum kades’ tersebut 100 persen tidak benar. Ini merupakan fitnah yang sangat keji,” tegas Tigor.

    ‎Menurut Tigor, video tersebut merupakan rekaman lama yang terjadi pada 2024. Ia menjelaskan, keberadaannya di sebuah apartemen saat itu bukan untuk kegiatan politik maupun kampanye.

    ‎“Saat itu saya diundang ke sebuah apartemen bukan untuk kegiatan politik atau kampanye, melainkan untuk berdiskusi dengan beberapa orang terkait solusi permasalahan hukum,” jelasnya.

    ‎Tigor juga menjelaskan bahwa dirinya memiliki hubungan kekeluargaan dengan Pipit Haryanti. Ia menyebut Pipit sudah dianggap seperti adiknya sendiri.

    ‎“Hubungan kami murni kekeluargaan,” ujarnya.

    ‎Terkait gestur merangkul pundak yang terlihat dalam potongan video, Tigor menyebut tindakan tersebut merupakan bentuk sapaan dan tidak seperti tafsir yang berkembang di tengah masyarakat.

    ‎Ia juga menilai video berdurasi sekitar 11 detik tersebut telah dipotong dan kemudian disertai narasi yang dinilainya membentuk persepsi berbeda dari konteks kejadian sebenarnya.

    ‎Lebih jauh, Tigor menduga beredarnya video tersebut tidak terlepas dari dinamika politik menjelang Pilkades Lambangsari.

    ‎“Menurut saya motifnya jelas, yaitu menjatuhkan karakter Ibu Pipit sebagai calon kepala desa. Ini kampanye hitam murahan untuk merusak reputasi dan elektabilitas beliau lewat isu moralitas palsu,” kata Tigor.

    ‎Atas beredarnya video dan narasi tersebut, Tigor mengaku keberatan karena merasa tudingan yang dialamatkan kepadanya telah mencemarkan nama baik.

    ‎Ia menegaskan, penyebaran video yang disertai narasi sebagaimana beredar tersebut berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum.

    ‎Sementara itu, kuasa hukum Tigor, Saidin Sianipar, S.H., CTL, mengatakan pihaknya tengah memantau perkembangan penyebaran video tersebut.

    ‎Ia menyebut penyebaran konten beserta narasi yang dianggap merugikan kliennya berpotensi menimbulkan konsekuensi hukum berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

    ‎“Dari pihak kami tegas, dalam 3x24 jam kami akan melihat perkembangannya. Jika dirasa perlu dan merugikan klien kami, maka akan dilakukan tindakan hukum,” tegas Saidin.

    ‎Dalam kesempatan tersebut, Tigor turut didampingi dua kuasa hukum lainnya, yakni MP Nainggolan, S.H., M.H., dan Marson Lumban Batu, S.H.

    ‎Pihak Tigor maupun keluarga Pipit pada akhirnya meminta agar masyarakat tidak langsung mempercayai narasi yang beredar di media sosial sebelum mengetahui konteks lengkap sebuah video.

    ‎Mereka juga menegaskan bahwa apabila penyebaran konten tersebut terus dilakukan dan dinilai merugikan nama baik pihak-pihak yang bersangkutan, langkah hukum menjadi opsi yang akan ditempuh. 

    (Barok)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    PEMERINTAH

    +
    /*]]>*/