-->
  • Jelajahi

    Copyright ©
    Sinyal Bekasi

    Iklan

    Transparansi Dipertanyakan, Proyek Pemeliharaan Saluran di Padakembang Diduga Gunakan Batu Bekas

    30/06/2026, 13:53 WIB Last Updated 2026-06-30T06:53:50Z

    PENULIS : ADE DWI HIDAYAT


    Tasikmalaya
    , Wartakinian.com – Pelaksanaan proyek pemeliharaan saluran air di wilayah Kecamatan Padakembang kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Proyek yang seharusnya dikerjakan dengan standar kualitas tinggi demi kepentingan publik, diduga kuat berjalan dengan penuh kejanggalan dan menabrak berbagai aturan baku.


    Berdasarkan pantauan di lapangan, aroma ketidakberesan sudah tercium dari material yang digunakan. Proyek ini diduga menyiasati anggaran dengan memanfaatkan batu bekas atau batu peninggalan bangunan lama untuk dipasang kembali. 


    Praktik "hemat" yang keliru ini jelas memicu pertanyaan besar dari warga terkait transparansi anggaran dan kualitas fisik bangunan yang dihasilkan.


    Kejanggalan proyek ini ternyata tidak berhenti pada urusan material bangunan saja. Borok manajemen internal kelompok pelaksana kini ikut terbongkar.


    Menurut informasi yang dihimpun, tata kelola keuangan proyek ini diduga telah menyalahi aturan keras. Posisi bendahara kelompok yang seharusnya berfungsi sebagai pemegang dan pengontrol arus kas, justru dikebiri fungsinya. Seluruh kendali keuangan dan anggaran dipegang sepihak secara mutlak oleh Ketua Kelompok.


    Tindakan ini jelas memicu riak kecurigaan. Mengapa ketua kelompok begitu bernafsu memegang langsung uang proyek? Apakah ada hal yang sengaja disembunyikan dari bendahara dan anggota lainnya?


    "Ini sudah jelas menyalahi aturan dan menabrak prinsip transparansi. 


    Bendahara itu dibentuk untuk fungsi check and balance. Kalau semua uang dipegang ketua, lalu fungsi pengawasan di mana? Jangan-jangan ini sengaja dilakukan agar aliran dana bisa dikondisikan secara sepihak," ungkap salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.


    Masyarakat Menuntut Audit dan Tindakan Tegas, Dengan adanya dugaan penggunaan material bekas ditambah tata kelola keuangan yang sarat akan pelanggaran prosedur (SOP), proyek pemeliharaan saluran di Padakembang ini dinilai sudah cacat sejak dalam pikiran.


    Masyarakat mendesak instansi terkait dan aparat penegak hukum untuk segera turun ke lapangan guna melakukan audit total. Proyek yang dibiayai oleh uang rakyat tidak boleh dijadikan ajang mencari keuntungan pribadi oleh segelintir oknum dengan cara mengorbankan kualitas dan menabrak regulasi.


    Hingga berita ini diturunkan, pihak Ketua Kelompok belum memberikan klarifikasi resmi terkait dualisme pelanggaran material bekas dan monopoli keuangan yang saat ini tengah memanas di masyarakat., Awak media pun membuka ruang untuk melakukan hak jawab. 


    (WN)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    PEMERINTAH

    +
    /*]]>*/