-->
  • Jelajahi

    Copyright ©
    Sinyal Bekasi

    Iklan

    Dubes Iran Tegaskan Selat Hormuz Aman, Tawarkan Transfer Teknologi kepada Indonesia

    27/06/2026, 14:28 WIB Last Updated 2026-06-27T07:28:31Z

    PENULIS : ADE DWI HIDAYAT


    Wartakinian.com
    , JAKARTA — Duta Besar Iran untuk Indonesia, H.E. Mohammad Boroujerdi, menegaskan Iran tidak memiliki kepentingan untuk menutup Selat Hormuz. Menurut dia, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi perdagangan energi dunia itu selama ini tetap terbuka dan aman, sementara ketegangan yang terjadi merupakan dampak dari serangan terhadap Iran.


    Pernyataan itu disampaikan Boroujerdi dalam Friday Morning Talk yang diselenggarakan Serikat Jurnalis Islam Indonesia (Sajid) di AQL Islamic Center, Jakarta, Jumat (26/6/2026). Diskusi tersebut dipandu Ketua Umum Sajid Bachtiar Nasir dan dihadiri wartawan dari berbagai media cetak, elektronik, dan daring.


    Boroujerdi menanggapi pernyataan Presiden Amerika Serikat yang menyebut pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai salah satu pencapaian Washington. Menurutnya, Selat Hormuz telah menjadi jalur pelayaran internasional yang terbuka selama ribuan tahun.


    "Selat Hormuz telah terbuka selama ribuan tahun dan Iran selalu menjadi penjaganya. Jika Anda tidak menyerang kami, selat itu akan tetap terbuka. Selat itu ditutup karena Anda menyerang Iran. Selat itu ditutup karena Anda mencoba menyabotase perbatasan Iran," kata Boroujerdi.


    Ia menilai stabilitas kawasan akan lebih mudah diwujudkan apabila tidak ada intervensi kekuatan asing. Menurut dia, negara-negara di kawasan memiliki kemampuan untuk membangun keamanan bersama melalui dialog dan kerja sama regional.


    Boroujerdi mengatakan Iran tidak memiliki persoalan dengan negara-negara Arab di kawasan Teluk. Ia menegaskan Tehran telah menyampaikan kepada negara-negara tetangganya bahwa Iran tidak akan mengambil tindakan selama wilayah udara, laut, maupun daratan mereka tidak digunakan oleh pihak yang menyerang Iran.


    "Kami tidak memiliki masalah dengan negara-negara Arab. Kami telah menjelaskan kepada mereka, jika wilayah udara, laut, atau daratan mereka tidak digunakan oleh musuh kami, kami tidak akan menyerang mereka," ujarnya.


    Dalam kesempatan itu, Boroujerdi juga mengkritik keberadaan pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk Persia. Menurutnya, pangkalan-pangkalan tersebut tidak memberikan jaminan keamanan bagi negara-negara setempat.


    "Pangkalan-pangkalan Amerika Serikat tidak membawa keamanan bagi negara mana pun, termasuk negara-negara di Teluk Persia," katanya.


    Boroujerdi menilai ketegangan di kawasan telah memberikan dampak terhadap perekonomian dunia, termasuk Indonesia. Menurut dia, konflik tersebut mengganggu stabilitas perdagangan dan distribusi energi global.


    "Rezim Zionis Israel dan Amerika Serikat telah menyandera ekonomi dunia. Kami berharap situasi ini kembali pada perdamaian dan keamanan di kawasan," ujarnya.


    Selain membahas isu geopolitik, Boroujerdi menawarkan peningkatan kerja sama ekonomi antara Iran dan Indonesia melalui transfer teknologi. 


    Ia mengungkapkan selama hampir tiga tahun bertugas di Indonesia, dirinya telah berdiskusi dengan banyak pejabat pemerintah mengenai peluang kerja sama di berbagai sektor strategis.


    Menurut dia, Iran siap mentransfer teknologi kepada Indonesia, mulai dari bidang kesehatan, pertanian, energi, hingga teknologi antariksa. Boroujerdi menilai banyak negara bersedia menjual produk teknologi, tetapi tidak memberikan penguasaan teknologinya.


    "Iran siap mentransfer teknologi kepada Indonesia. Banyak negara menjual peralatan, tetapi tidak memberikan teknologinya. Kami siap berbagi teknologi untuk mendukung ketahanan pangan, ketahanan energi, dan sektor-sektor strategis lainnya demi kepentingan kedua negara," kata Boroujerdi yang disambut tepuk tangan peserta diskusi.


    Ia menambahkan, berbagai inovasi yang dikembangkan Iran tidak semata-mata ditujukan untuk kepentingan pertahanan. Menurutnya, teknologi satelit, drone, dan berbagai hasil riset lainnya juga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan sipil, seperti pertanian modern, mitigasi perubahan iklim, pelayanan kesehatan, hingga penguatan pembangunan nasional.


    Boroujerdi menegaskan dirinya siap memfasilitasi kerja sama tersebut apabila terdapat komitmen dari pemerintah maupun sektor swasta Indonesia. 


    Menurutnya, kolaborasi teknologi antara Iran dan Indonesia akan memberikan manfaat nyata bagi kedua negara sekaligus memperkuat ketahanan pangan, ketahanan energi, dan pembangunan ekonomi di masa mendatang.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    PEMERINTAH

    +
    /*]]>*/