Tasikmalaya, wartakinian.com - Menyikapi banyaknya persoalan terkait Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tasikmalaya, Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Kabupaten Tasikmalaya Abdul Karim menegaskan akan segera melakukan evaluasi menyeluruh melalui para koordinator kecamatan (Korcam) di setiap wilayah.
Menurut Abdul Karim selaku Korwil SPPG saat dikonfirmasi awak media mengatakan, "Seluruh temuan di lapangan baik terkait menu makanan, kualitas makanan, maupun fasilitas dapur yang belum sesuai standar telah mulai diterima melalui laporan tertulis maupun pesan WhatsApp, khususnya dari Kecamatan Cigalontang."Ujarnya Senin 27/04/2026 dibelakang halaman gedung DPRD.
"Kami sudah menerima laporan dari Korcam Cigalontang, baik secara tertulis maupun melalui WhatsApp. Namun kami perlu memperjelas kembali setiap temuan, apakah benar telah terjadi atau bagaimana kondisi sebenarnya, agar laporan yang kami sampaikan ke pimpinan benar-benar objektif," ungkapnya
Ia meminta seluruh pihak SPPG, tenaga gizi, serta unsur terkait untuk segera mengumpulkan data valid mengenai dugaan makanan basi, kekurangan menu, maupun persoalan teknis lainnya. Setelah data lengkap, seluruh temuan akan dilaporkan kepada pimpinan sesuai format yang telah ditentukan untuk ditindaklanjuti.
Terkait maraknya pemberitaan di media mengenai pelaksanaan MBG di Kecamatan Cigalontang, pihak Korwil menyatakan akan mengambil langkah validasi data terhadap seluruh informasi yang beredar. Sebagai bagian dari kontrol sosial, semua masukan dan temuan akan dijadikan bahan evaluasi."jelas Karim.
Selain itu, Karim juga menegaskan bahwa setiap dapur MBG yang telah beroperasi wajib memiliki SLHS sebagai syarat operasional. Dapur yang sudah berjalan hingga satu tahun namun belum memiliki SLHS akan direkomendasikan untuk ditutup sementara dan dilaporkan ke pimpinan.
Menurut Karim Ke depan, Korwil SPPG Kabupaten Tasikmalaya akan memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, Satgas, serta Komisi IV guna melakukan survei langsung ke lapangan, khususnya ke dapur-dapur SPPG yang dinilai belum maksimal dalam menjalankan program MBG."Pungkasnya.
(WN)






