-->
  • Jelajahi

    Copyright ©
    Sinyal Bekasi

    Iklan

    Bahlil Tegaskan Kekayaan Migas Untuk Kepentingan Dalam Negeri

    23/10/2026, 10:27 WIB Last Updated 2026-10-23T03:27:16Z

    PENULIS : ADE DWI HIDAYAT


    JAKARTA –Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengeluarkan peringatan keras. Pemerintah Indonesia siap mengevaluasi hingga menghentikan ekspor gas ke negara-negara yang dinilai tidak kooperatif dan tidak menghormati Indonesia.


    Hal itu ditegaskan Bahlil sebagai komitmen menjaga kedaulatan energi nasional.


     "Pemerintah Indonesia siap mengevaluasi hingga menghentikan ekspor gas ke negara-negara yang dinilai tidak kooperatif dan tidak menghormati Indonesia," tegas Bahlil.(22/10). 


    Kebijakan tersebut, lanjut Bahlil, sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan energi domestik.


     "Ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memprioritaskan pemenuhan kebutuhan energi domestik atau survival mode. Indonesia tetap terbuka menjalin kontrak pasokan gas baru dengan negara yang menjunjung prinsip saling menghormati dan kesetaraan," ujarnya.


    Bahlil yang juga menjabat Menko Hilirisasi dan Transisi Energi menegaskan, kekayaan minyak dan gas bumi nasional harus lebih dahulu dimanfaatkan untuk kepentingan dalam negeri.


     "Kekayaan minyak dan gas bumi nasional harus lebih dahulu dimanfaatkan untuk kepentingan dalam negeri. Ketahanan energi adalah prioritas, ini sekaligus menegaskan posisi Indonesia dalam kerja sama energi internasional," pungkasnya.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    PEMERINTAH

    +
    /*]]>*/