-->
  • Jelajahi

    Copyright ©
    Sinyal Bekasi

    Iklan

    Aliansi Masyarakat Cineam Karangjaya Geruduk Polres Kota Tasikmalaya, Soroti Penebangan Liar Hingga Aksi Sabotase Kebun Karet

    02/10/2026, 10:41 WIB Last Updated 2026-10-02T03:41:54Z

    PENULIS : ADE DWI HIDAYAT


    TASIKMALAYA
    , wartakinian.com — Kondusifitas wilayah hukum Cineam dan Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, dikabarkan tengah memanas. 


    Berdasarkan surat pemberitahuan resmi yang dilayangkan oleh Aliansi Masyarakat Cineam Karangjaya pada Rabu, 30 September 2026, ratusan massa berencana menggelar aksi unjuk rasa dan audiensi ke Mapolres Kota Tasikmalaya pada Senin, 5 Oktober 2026 mendatang.


    Aksi ini dipicu oleh sejumlah persoalan krusial yang dinilai mengancam stabilitas keamanan, ekonomi, dan ketertiban hukum di daerah tersebut. terungkap setidaknya empat poin masalah utama yang mendasari seruan aksi:


    Penebangan Liar Tanpa Penindakan: Aliansi menyoroti mandeknya proses hukum dari aparat penegak hukum terhadap kasus penebangan liar yang dilakukan oleh sekelompok orang di kawasan Perhutani, Kecamatan Karangjaya.


    Dugaan Pemerasan Pengusaha: Muncul dugaan praktik pemerasan terhadap calon-calon investor atau pengusaha yang berencana mendirikan perusahaan skala besar di wilayah tersebut, yang dikhawatirkan dapat menghambat kemajuan ekonomi lokal.


    Perusakan Aset dan Intimidasi Karyawan: Aliansi menolak keras aksi perusakan aset PT. Wiriacakra (SPP) di lahan eks HGU yang dilakukan tanpa musyawarah dan tanpa dasar kepemilikan yang sah (Sertifikat No. 1). Tindakan tersebut dinilai telah menimbulkan intimidasi, membuat karyawan kehilangan mata pencaharian, serta memicu potensi konflik horizontal.


    Sabotase dan Pembakaran Lahan: Situasi semakin memanas pasca-terjadinya aksi sabotase pembakaran Perkebunan Karet di Blok Kororoy, Desa Negaratengah, Kecamatan Cineam, pada Senin (28/9/2026) lalu. Peristiwa tersebut menghanguskan belasan hektar lahan serta ribuan pohon karet.


    Soroti Sikap Pembiaran Aparat


    Dalam narasinya, Aliansi Masyarakat Cineam Karangjaya secara tegas menyayangkan sikap aparat Kepolisian setempat. Mereka menilai diamnya penegak hukum bukan sekadar lambat dalam menindaklanjuti laporan, melainkan terkesan tutup mata dan membiarkan terjadinya pelanggaran hukum.


    "Kami menduga diamnya pihak Kepolisian bukan sekadar menerima laporan tapi tidak menindaklanjuti, namun seakan tutup mata diam atau malah melindungi pelaku. Itu sudah termasuk pembiaran terhadap pelanggaran hukum," demikian bunyi kutipan pernyataan sikap dalam pemberitahuan aksi tersebut.


    Rencana Aksi 5 Oktober 2026


    Untuk menuntut ketegasan aparat penegak hukum, massa dari Aliansi Masyarakat Cineam Karangjaya yang diperkirakan mencapai 300 orang akan turun ke jalan dengan agenda utama:


    Hari/Tanggal: Senin, 05 Oktober 2026


    Waktu: Pukul 10.00 WIB s.d. Selesai


    Lokasi Tujuan: Mapolres Kota Tasikmalaya


    Tuntutan Tambahan: Meminta pihak PT. Perhutani dan Dandim Tasikmalaya untuk turut dihadirkan dalam audiensi guna menyelesaikan persoalan agraria dan keamanan di wilayah Cineam-Karangjaya.


    Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi mengenai persiapan pengamanan maupun respons atas rencana aksi unjuk rasa tersebut.


     (WN)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    PEMERINTAH

    +
    /*]]>*/