-->
  • Jelajahi

    Copyright ©
    Sinyal Bekasi

    Iklan

    Institut Alam Rimba Puncak Suji Diresmikan Bupati: Awali Gerakan Pendidikan Berbasis Alam di Tasikmalaya

    02/07/2026, 15:21 WIB Last Updated 2026-07-02T10:32:54Z

    PENULIS : ADE DWI HIDAYAT




    Tasikmalaya
    , wartakinian.com – Di tengah meningkatnya ancaman kerusakan lingkungan, perubahan iklim, serta semakin terbatasnya ruang belajar yang membentuk karakter generasi muda, Kabupaten Tasikmalaya menandai lahirnya sebuah gerakan baru di bidang pendidikan. Bupati Tasikmalaya, H. Cecep Nurul Yakin, secara resmi meresmikan Institut Alam Rimba Puncak Suji dalam rangkaian Festival Edukasi Alam Desa yang digelar di Kampung Puncak Suji RT 017/RW 004, Desa Pusparaja, Kecamatan Cigalontang, Rabu (1/7/2026).


    Peresmian tersebut bukan sekadar seremoni pembukaan sebuah lembaga pendidikan. Momentum ini menjadi deklarasi lahirnya pusat pembelajaran berbasis alam yang mengintegrasikan pendidikan karakter, konservasi lingkungan, riset terapan, dan pemberdayaan masyarakat desa dalam satu ekosistem yang berorientasi pada pembangunan berkelanjutan.


    Di tengah derasnya arus modernisasi yang kerap menjauhkan manusia dari alam, Institut Alam Rimba Puncak Suji menawarkan pendekatan berbeda. Alam tidak lagi diposisikan hanya sebagai objek yang dieksploitasi, melainkan sebagai ruang belajar, laboratorium kehidupan, sekaligus sumber nilai yang membentuk karakter, kepemimpinan, dan tanggung jawab sosial.


    Rangkaian kegiatan diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Almukarom Ustaz Ajad Sudrajad, dilanjutkan dengan Festival Edukasi Alam Desa, pameran produk unggulan desa, media gathering, aksi peduli lingkungan, serta forum kolaborasi yang mempertemukan unsur pemerintah, akademisi, dunia pendidikan, komunitas, organisasi kemasyarakatan, pelajar, dan pegiat lingkungan. Seluruh agenda dirancang untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam membangun kesadaran ekologis dan mendorong lahirnya inovasi berbasis potensi desa.


    Kehadiran Bupati Tasikmalaya H. Cecep Nurul Yakin bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menjadi penegasan bahwa pembangunan daerah tidak cukup diukur dari pembangunan fisik semata. Penguatan kualitas sumber daya manusia, pelestarian lingkungan, dan kemandirian desa menjadi pilar yang tidak dapat dipisahkan dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.


    Salah satu agenda yang paling menyita perhatian peserta adalah Sarasehan Pendidikan Alam bertajuk "Ngobrol Bareng Wakil Rakyat" dengan tema "Membangun Generasi Berkarakter melalui Pembelajaran Berbasis Alam." Forum ini menjadi ruang dialog terbuka antara pembuat kebijakan, praktisi, pegiat lingkungan, dan masyarakat mengenai arah masa depan pendidikan berbasis lingkungan.


    Sarasehan menghadirkan Drs. KH. Tetep Abdulatif, M.Ag., Ketua Fraksi PKS DPRD Provinsi Jawa Barat, Abah Irdas selaku Dewan Pembina Institut Alam Rimba, serta Deden Ramdhan Nugraha, S.T., M.M., Kepala Dinas DPUPRLH Kabupaten Tasikmalaya.


    Diskusi dipandu Randika, Pemimpin Redaksi Media Kabar Sembilan, yang bertindak sebagai moderator. Dengan pendekatan yang lugas, komunikatif, dan berimbang, moderator mengarahkan pembahasan tetap fokus pada isu strategis seputar pendidikan berbasis alam, konservasi lingkungan, pembangunan desa, hingga pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menjawab tantangan zaman.


    Forum berlangsung dinamis dengan tingginya partisipasi peserta. Para narasumber sepakat bahwa pendidikan berbasis alam bukan sekadar alternatif, melainkan kebutuhan nyata untuk membentuk generasi yang memiliki karakter kuat, kepedulian ekologis, kemampuan berpikir kritis, serta kesiapan menghadapi tantangan pembangunan di masa depan.


    Direktur Institut Alam Rimba Puncak Suji, Resta Syada, S.Pd., menegaskan bahwa institusi yang dipimpinnya dibangun sebagai ruang kolaborasi yang menghubungkan pendidikan, konservasi, penelitian, dan pemberdayaan masyarakat dalam satu gerakan bersama.


    "Institut Alam Rimba Puncak Suji hadir sebagai ruang belajar yang mengajak masyarakat kembali mencintai alam, membangun karakter generasi muda, sekaligus mendorong kemandirian desa melalui pendidikan berbasis lingkungan," ujarnya.


    Menurut Resta, proses pendidikan tidak boleh berhenti pada penguasaan teori di dalam kelas. Pembelajaran harus mampu melahirkan pengalaman nyata yang membangun kepedulian, tanggung jawab sosial, serta kesadaran untuk menjaga keseimbangan ekosistem sebagai bagian dari kehidupan.


    Sebagai bentuk apresiasi terhadap dedikasi di bidang lingkungan hidup, Bupati Tasikmalaya menyerahkan piagam penghargaan kepada sejumlah tokoh dan komunitas yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam pelestarian lingkungan dan inovasi ramah lingkungan.


    Penghargaan diberikan kepada Agus Sudarsono, S.T. sebagai peneliti teknik material sekaligus pengembang inovasi Eco-Paving Block, Jelby Zahir sebagai Duta Lingkungan, Bank Sampah Batik Resik Desa Salopa, serta Bank Sampah Salimah Desa Kamulyan atas konsistensi mereka dalam membangun budaya peduli lingkungan melalui aksi nyata di tengah masyarakat.


    Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai lembaga dan mitra strategis, di antaranya Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI), Bank Galunggung, BPR Artha Sukapura, Bank Indonesia, bank bjb, Program Adiwiyata, serta berbagai institusi lain yang memiliki komitmen terhadap pendidikan, pelestarian lingkungan, dan pembangunan masyarakat.


    Mengusung slogan "Kembali ke Alam, Membangun Masa Depan Desa," Institut Alam Rimba Puncak Suji diharapkan berkembang menjadi pusat pendidikan, konservasi, riset, dan inovasi lingkungan yang mampu melahirkan generasi berkarakter, memperkuat ketahanan desa, serta menjadi model pendidikan berbasis alam di Kabupaten Tasikmalaya.


    Peresmian Institut Alam Rimba Puncak Suji menjadi penanda bahwa pembangunan masa depan tidak hanya ditentukan oleh megahnya infrastruktur, tetapi juga oleh keberhasilan membentuk manusia yang berintegritas, peduli terhadap lingkungan, dan mampu menjaga keseimbangan antara kemajuan pembangunan dengan kelestarian alam. Dari Puncak Suji, sebuah pesan ditegaskan: masa depan desa hanya akan kokoh jika dibangun bersama alam, bukan dengan mengabaikannya.


    Selain meresmikan lembaga tersebut, Institut Alam Rimba Puncak Suji juga memperkenalkan struktur organisasinya sebagai fondasi pengelolaan institusi ke depan. Lembaga ini berada di bawah pembinaan Khifayati Nursetiana, S.Pd. dan Irman Hirdasah (Abah Irdas), dengan Resta Syada, S.Pd. dipercaya sebagai Direktur.


    Dalam menjalankan program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, Institut Alam Rimba Puncak Suji membentuk sembilan divisi strategis yang meliputi Divisi Kurikulum dan Pengajaran yang dikoordinasikan Randika, Divisi Pertanian Berkelanjutan oleh Rahmat, S.Pd., Divisi Konservasi dan Lingkungan oleh Agus Sudarsono, S.T., Divisi Outbound, Survival, dan Life Skills oleh Frista Mutiara, S.Pd., Divisi UMKM Hijau dan Ekonomi Kreatif oleh Rizal Abdul Aziz, S.E., Divisi Media, Dokumentasi, dan Publikasi oleh Resa Nurfarida, S.Pd., Divisi Administrasi, Keuangan, dan Layanan Peserta oleh Tatang S., Divisi Penelitian dan Pengembangan (Research & Development/R&D) oleh H. Yadi Hendarmin, S.IP., serta Divisi Kemitraan dan Hubungan Masyarakat (Humas) yang dikoordinasikan Ai Rika Nurbaya, S.Pd.


    Pembentukan struktur direktorat tersebut menjadi penanda bahwa Institut Alam Rimba Puncak Suji tidak hanya hadir sebagai simbol gerakan pendidikan berbasis alam, tetapi juga sebagai lembaga yang dibangun dengan tata kelola yang terstruktur, profesional, dan kolaboratif. Melalui pembagian fungsi yang jelas di setiap divisi, institut ini menargetkan lahirnya berbagai program edukasi, konservasi, penelitian, pelatihan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga penguatan kemitraan lintas sektor yang berorientasi pada pembangunan desa berkelanjutan.


    "Institut Alam Rimba Puncak Suji bukan sekadar tempat belajar, melainkan sebuah gerakan yang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk kembali menjadikan alam sebagai guru kehidupan. Pendidikan, konservasi, dan pemberdayaan masyarakat harus berjalan beriringan agar pembangunan desa benar-benar berkelanjutan," tegas Randika Divisi Kurikulum dan Pengajaran Institut Alam Rimba Puncak Suji.


    (WN)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    PEMERINTAH

    +
    /*]]>*/