• Jelajahi

    Copyright ©
    Sinyal Bekasi

    Iklan

     


    Jembatan Kalijambe Ambruk, Anak Sekolah Dipaksa Menantang Maut di Rel Kereta, Pemerintah Kabupaten Bekasi Kemana?

    05/05/2026, 20:28 WIB Last Updated 2026-05-05T13:28:36Z

    PENULIS : ADE DWI HIDAYAT

    lokasi jembatan penyeberangan di Kalijambe yang menjadi akses vital warga, khususnya anak-anak sekolah, rusak parah akibat diterjang banjir


    WARTAKINIAN.COM, Kabupaten Bekasi — Kondisi memprihatinkan terjadi di wilayah perbatasan Desa Mekarsari dan Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Sebuah jembatan penyeberangan di Kalijambe yang menjadi akses vital warga, khususnya anak-anak sekolah, rusak parah akibat diterjang banjir.


    Jembatan tersebut selama ini menjadi jalur utama bagi siswa menuju SDN Mekarsari 06. Namun sejak kerusakan terjadi sekitar satu bulan lalu, para siswa terpaksa mencari jalur alternatif yang sangat berbahaya, melintasi rel kereta api tanpa pembatas pengaman.


    Situasi ini bukan hanya memprihatinkan, tetapi juga mengancam nyawa. Setiap hari, anak-anak harus mempertaruhkan keselamatan mereka demi bisa tetap bersekolah. 


    Hingga kini, belum terlihat adanya langkah konkret dari pihak pemerintah desa, kecamatan, maupun kabupaten untuk menangani persoalan tersebut.


    Ketua Solidaritas Wartawan Tambun (SWAT), Mubarok HM yang juga Pembina Media Online wartakinian.com, menyampaikan kritik keras terhadap lambannya respons pemerintah.



    “Ini bukan sekadar jembatan rusak, ini soal keselamatan anak-anak. Sudah satu bulan mereka dipaksa melintasi rel kereta api tanpa pengaman. Kalau sampai terjadi kecelakaan, siapa yang bertanggung jawab? Pemerintah jangan tutup mata dan telinga. Ini darurat!” tegas Mubarok.


    Ia juga menekankan bahwa akses pendidikan adalah hak dasar yang harus dijamin keamanannya oleh negara. Ketika fasilitas umum seperti jembatan dibiarkan rusak tanpa penanganan cepat, maka itu menunjukkan lemahnya kepedulian terhadap keselamatan masyarakat, khususnya generasi muda.


    Warga setempat berharap pemerintah segera turun tangan, bukan sekadar melakukan survei atau wacana, tetapi langsung melakukan perbaikan nyata terhadap jembatan tersebut.


    Jika dibiarkan berlarut-larut, kondisi ini bukan hanya mencerminkan kelalaian, tetapi bisa menjadi tragedi yang sebenarnya bisa dicegah sejak awal.


    Pemerintah Desa Mekarsari, Desa Setiamekar, Kecamatan Tambun Selatan, hingga Pemerintah Kabupaten Bekasi yang dipimpin oleh Plt. Asep Surya Atmaja didesak untuk segera bertindak cepat membuatkan jembatan darurat bagi anak-anak sekolah, sebelum adanya korban benar-benar jatuh.


    (Red)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    PEMERINTAH

    +
    /*]]>*/