Kabupaten Tasikmalaya, Wartakinian.com – Musyawarah Daerah (Musda) XVI Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Tasikmalaya menjadi momentum penting dalam proses regenerasi kepemimpinan pemuda di daerah.
Dalam agenda tersebut, sebanyak enam kandidat resmi maju sebagai calon Ketua DPD KNPI Kabupaten Tasikmalaya untuk periode 2026–2029. Keenam kandidat tersebut telah diperkenalkan kepada publik melalui banner resmi yang memuat profil singkat, visi, dan misi masing-masing calon.
Adapun nama-nama kandidat yang akan bersaing yakni:
1.Yudhi Adi Rahmatillah, S.T.
2.Andin Muhibin, S.Sos
3.Andi Perdiana, S.E
4.Lutfi Lutpiansyah
5.Ujang Hilman Mubarok
6.Burhanudin Muslim, S.H
Sementara itu, Wakil Ketua I DPD KNPI Provinsi Jawa Barat, Budi Miftahudin, menyampaikan bahwa Musda XVI ini menjadi ruang kompetisi yang sehat bagi kader-kader muda ujarnya 23/04/2026.
“Musda ini memberikan peluang bagi kader muda untuk berkompetisi secara sportif. Ini menunjukkan kedewasaan pemuda Kabupaten Tasikmalaya. Musda bukan sekadar kewajiban organisasi, tetapi juga cerminan kematangan pemuda itu sendiri.
Ia menegaskan bahwa KNPI harus mampu menjadi garda terdepan sebagai mitra kritis, mitra strategis, sekaligus mitra pemerintah Kabupaten Tasikmalaya. Menurutnya, sinergi antara KNPI dan pemerintah sangat penting dalam menerjemahkan serta menjalankan program pembangunan daerah.
“KNPI dan pemerintah harus berjalan beriringan, saling menguatkan dan bersama-sama memajukan daerah,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menilai keenam calon yang maju merupakan kader terbaik yang dimiliki Kabupaten Tasikmalaya. Ia berharap seluruh proses Musda dapat berjalan secara sportif dan lancar.
“Siapapun yang terpilih nanti, itu adalah kemenangan bersama, bukan kemenangan kelompok atau pribadi,” katanya.
Ia juga memastikan bahwa seluruh tahapan Musda hingga saat ini berjalan sesuai aturan yang berlaku. Menurutnya, kepatuhan terhadap mekanisme organisasi menjadi kunci sahnya pelaksanaan Musda.
Terkait dinamika dukungan dari berbagai pihak, termasuk unsur politik, Budi menilai hal tersebut merupakan hal yang lumrah dalam tubuh KNPI yang bersifat heterogen.
“KNPI itu dinamis, penuh warna, dan memiliki beragam kepentingan. Namun setelah Musda selesai, semua kembali bersatu,” ujarnya.
Ia menambahkan, Musda KNPI juga menjadi ajang pembelajaran politik bagi generasi muda, termasuk dalam hal berkompetisi, berdinamika, dan menyikapi perbedaan.
“KNPI adalah kawah candradimuka bagi pemuda untuk belajar berorganisasi, berargumentasi, dan memahami dinamika yang beragam,” pungkasnya. (WN)






