WARTAKINIAN.COM - Di banyak wilayah pegunungan Papua, termasuk Kabupaten Yahukimo, bencana alam seperti tanah longsor dan banjir bandang semakin sering terjadi. Setiap kali hujan deras turun, warga di sejumlah distrik harus hidup dalam kecemasan—khawatir lereng yang gundul tak lagi mampu menahan derasnya air, atau sungai tiba-tiba meluap membawa material lumpur dan batu.
Pola ini bukan hanya fenomena alam semata, melainkan akibat langsung dari rusaknya ekosistem hutan yang selama ini menjadi pelindung alami masyarakat. Ketika hutan ditebang tanpa kendali, akar-akar yang seharusnya mengikat tanah hilang, sehingga lereng menjadi rapuh dan air hujan mengalir tanpa hambatan menuju hilir.
Dampaknya jelas: longsor, banjir bandang, dan kerusakan permukiman. Yahukimo merupakan salah satu wilayah Papua dengan kekayaan hutan yang luar biasa. Bentang alamnya terdiri dari lembah, sungai-sungai besar, dan pegunungan tinggi yang semuanya saling terhubung melalui ekosistem hutan hujan tropis.
Hutan-hutan ini tidak hanya menyimpan keanekaragaman hayati yang unik—mulai dari burung-burung endemik, tanaman obat tradisional, hingga berbagai satwa liar—tetapi juga berperan sebagai penyangga kehidupan masyarakat adat. Hutan menjaga keseimbangan air, menyaring udara, menjaga stabilitas tanah, serta menjadi sumber pangan, budaya, dan identitas.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, tekanan terhadap hutan di Yahukimo meningkat. Pembukaan lahan tanpa perencanaan, penebangan liar, dan aktivitas pertanian berpindah yang tidak lagi seimbang menyebabkan banyak area hutan kehilangan fungsinya. Ketika tutupan hutan hilang, air hujan tidak lagi terserap ke dalam tanah.
Akibatnya, aliran permukaan meningkat, sungai menjadi lebih mudah meluap, dan tanah di lereng bukit kehilangan daya kohesinya. Inilah yang memicu rentetan bencana yang semakin sering kita dengar.
Mengapa Pelestarian Hutan di Yahukimo Sangat Penting?
1. Menahan Longsor dan Banjir Bandang
Vegetasi hutan berfungsi sebagai “perisai” alam. Akar pohon mengikat tanah, sementara kanopi pohon memperlambat jatuhnya air hujan. Ketika hutan gundul, fungsi alami ini hilang, membuat tanah lebih rentan bergerak dan air lebih cepat meluap.
2. Menjaga Keseimbangan Air
Hutan berperan seperti spons besar yang menyerap air ketika musim hujan dan melepaskannya perlahan saat musim kemarau. Tanpa hutan, pola air menjadi ekstrem—banjir ketika hujan, kekeringan ketika matahari terik.
3. Melindungi Keanekaragaman Hayati Papua
Yahukimo merupakan habitat bagi banyak flora dan fauna unik Papua. Jika hutan terus rusak, spesies ini bisa punah sebelum sempat dikenali atau diteliti.
4. Sumber Kehidupan Masyarakat Adat
Masyarakat Yahukimo selama berabad-abad bergantung pada hutan untuk makanan, bahan bangunan, obat tradisional, serta ritual budaya. Kelestarian hutan berarti kelestarian identitas dan kesejahteraan masyarakat itu sendiri.
5. Menjaga Iklim Lokal dan Global
Hutan Papua adalah salah satu “paru-paru dunia” yang menyerap karbon dalam jumlah besar. Jika rusak, emisi meningkat dan iklim semakin tidak stabil—dampaknya dirasakan bukan hanya lokal, tetapi global.
Langkah-Langkah Penting untuk Menjaga Hutan Yahukimo
1. Menghentikan Penebangan Ilegal
Pengawasan lebih ketat, pelibatan komunitas adat, serta sanksi tegas kepada pelaku ilegal perlu dilakukan secara konsisten.
2. Reboisasi di Daerah Rawan Longsor
Penanaman kembali pohon di lereng-lereng curam sangat penting untuk mengembalikan kekuatan tanah dan menahan aliran air.
3. Pengelolaan Lahan Berbasis Kearifan Lokal
Masyarakat adat Yahukimo memiliki pengetahuan turun-temurun tentang cara mengelola hutan secara berkelanjutan. Pendekatan ini perlu didukung dan dihidupkan kembali.
4. Edukasi Lingkungan untuk Anak Muda
Generasi muda harus dilibatkan dalam kampanye dan kegiatan pelestarian, agar tumbuh kesadaran sejak dini bahwa hutan adalah aset masa depan.
5. Kolaborasi Pemerintah, LSM, dan Masyarakat
Pelestarian hutan tidak bisa dilakukan satu pihak saja. Perlu kerja sama semua pihak agar langkah konservasi lebih kuat dan berkelanjutan.
Penutup
Hutan Yahukimo adalah benteng terakhir yang melindungi masyarakat dari ancaman longsor dan banjir bandang. Ia juga merupakan identitas, sumber kehidupan, dan warisan berharga yang harus dijaga untuk generasi mendatang.
Kerusakan hutan bukan hanya masalah ekologis, tetapi juga sosial dan kemanusiaan. Dengan menjaga hutan, kita menjaga rumah bersama—rumah yang telah diwariskan oleh leluhur dan harus kita lindungi untuk masa depan anak cucu Yahukimo.
Seputar Lingkungan: DLH Yahukimo
(Red)


