Wartakinian.com, Lambangsari – Hj. R. Yaceu Herliyanti dipastikan kembali memimpin Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi. Hal ini menyusul keunggulannya dalam perolehan suara pada ajang kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) 2026 yang digelar secara serentak.
Dalam wawancara khusus yang berlangsung di rumah kediamannya, Yaceu menyampaikan rasa syukur dan terima kasihnya atas kepercayaan yang kembali diberikan oleh warga masyarakat Desa Lambangsari. Selasa (22/9/2026)
"Tentunya bersyukur, ada rasa senang, haru, dan bangga. Ternyata masyarakat hari ini sudah mulai cerdas. Alhamdulillah saya kembali diberikan kepercayaan dan amanah oleh masyarakat, insyaAllah itu akan saya jaga," ujar Hj. R. Yaceu Herliyanti.
Mengawali periode kepemimpinan berikutnya, Yaceu mengungkapkan bahwa dirinya telah menyiapkan sejumlah program prioritas. Langkah awal yang akan diambil adalah membenahi sektor pelayanan publik berdasarkan masukan serta aduan langsung dari masyarakat.
"Intinya saya akan membenahi apa yang memang perlu dibenahi berdasarkan aduan dari masyarakat. Yang pertama yaitu tentang pelayanan agar bisa lebih dimaksimalkan lagi," jelasnya.
Selain perbaikan pada sektor pelayanan, fokus utama lainnya meliputi peningkatan ekonomi masyarakat serta pengembangan potensi wisata desa.
Salah satu komitmen besar Yaceu dalam periode ini adalah memajukan sektor pariwisata lokal, khususnya kawasan Cibereum yang menjadi salah satu daya tarik di Desa Lambangsari.
Ia merencanakan kawasan tersebut dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata alam sekaligus wisata kuliner yang dapat dinikmati oleh semua lapisan masyarakat. Dalam merealisasikan hal ini, pihak desa akan berkoordinasi dan berkolaborasi dengan pihak-pihak terkait.
"Kita akan minta izin ke otoritas pemilik sumber daya alam dan rawa, serta bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda). Kebetulan kita juga memiliki Pokdarwis (Kelompok Sadar Wisata) yang akan mengelolanya. Mudah-mudahan dalam jangka waktu 8 tahun ke depan bisa tercapai," paparnya.
Saat ditanya mengenai kemungkinan adanya perubahan atau perombakan dalam struktur organisasi pemerintahan desa (kabinet desa), Yaceu memilih untuk belum membeberkannya ke publik.
"Masih rahasia, karena saya belum definitif. Masih ada waktu sekitar satu setengah bulan untuk memikirkan bagaimana susunan kabinetnya nanti, apakah masih sama atau ada perubahan. Tunggu saja nanti setelah saya dilantik," pungkasnya sambil tersenyum.
(Leni)

