• Jelajahi

    Copyright ©
    Sinyal Bekasi

    Iklan

     


    Proyek Irigasi Dinas PUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Disorot, Uji Lab Beton K175 Dipertanyakan

    14/05/2026, 10:26 WIB Last Updated 2026-05-14T03:26:38Z

    PENULIS : ADE DWI HIDAYAT


    Tasikmalaya
    , wartakinian.com - Menindaklanjuti pemberitaan sebelumnya terkait pekerjaan proyek pengembangan dan pengelolaan sistem irigasi primer dan sekunder pada daerah irigasi dengan luas di bawah 1.000 hektare yang bersumber dari APBD tahun 2026 DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya, sejumlah awak media kembali menyoroti dugaan minimnya pengawasan dalam pelaksanaan proyek tersebut. 


    Sorotan muncul setelah adanya temuan di lapangan diwilayah kecamatan Cigalontang terkait pemasangan besi wiremesh yang tampak berkarat serta dugaan campuran material beton K175 yang dinilai tidak homogen dan diduga tidak sesuai dengan petunjuk teknis pekerjaan.


    Sebagai tindak lanjut atas temuan tersebut, beberapa awak media melayangkan surat permohonan jumpa pers kepada DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya guna meminta klarifikasi secara langsung terkait kualitas pekerjaan proyek rehabilitasi irigasi tersebut. 


    Klarifikasi digelar pada Rabu (13/05/2026) bertempat di Aula Kantor DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya dengan menghadirkan Kepala Dinas, Kepala Bidang SDA, serta pengawas lapangan proyek.


    Kepala DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya, Deden Ramdan Nugraha, ST., M.M menyampaikan bahwa pihaknya menghargai setiap informasi dan masukan dari awak media terkait dugaan kualitas pekerjaan proyek rehabilitasi irigasi tersebut. 


    Ia mengaku belum melakukan peninjauan langsung ke lokasi pekerjaan, namun informasi yang disampaikan media menurutnya menjadi bahan evaluasi penting bagi dinas selama pekerjaan masih berlangsung.


    “Terkait rehabilitasi irigasi yang diberitakan teman-teman media, saya juga melihat ada pertanyaan mengenai kualitas besi yang berkarat. Kalau saya secara pasti belum turun langsung ke lapangan, namun sebetulnya informasi seperti ini cukup penting disampaikan kepada kami karena kegiatan masih berjalan. Kalau pekerjaan sudah selesai tentu akan lebih sulit untuk melakukan perbaikan,” ujarnya, Rabu (13/05/2026).


    Deden juga menegaskan bahwa secara teknis persoalan tersebut dapat dijelaskan oleh Bidang SDA selaku pelaksana teknis kegiatan. Menurutnya, pengawasan pekerjaan di lapangan tetap dilakukan melalui pengawas proyek, sistem kontrak kerja, serta pihak rekanan pelaksana.


    “Yang jelas kegiatan ini dalam kontrol kami, di lapangan ada pengawasnya, ada kontraknya juga dan ada rekanannya. Apa yang menjadi temuan teman-teman media nanti bisa dijelaskan oleh Bidang SDA. Kalau memang informasi yang disampaikan perlu adanya perbaikan secara kualitas, tentu kami akan bergerak dan mengarahkan rekanan untuk melakukan penyelesaian,” tambahnya.


    Sementara itu, Kepala Bidang SDA selaku PPK, Dedi, "menegaskan bahwa kondisi besi wiremesh yang tampak berkarat hanya terjadi pada bagian permukaan akibat pengaruh cuaca dan curah hujan selama proses pekerjaan berlangsung. Material besi yang digunakan saat pembelian dalam kondisi baru dan pihaknya memiliki dokumen pembelian material sebagai bukti.,” jelasnya.


    Terkait mutu beton K175, Dedi menjelaskan bahwa pekerjaan dilakukan secara manual dan tidak menggunakan sistem readymix maupun mesin molen. Meski demikian, menurutnya proses pencampuran material tetap mengacu pada takaran dan petunjuk teknis mutu beton K175.“Berdasarkan laporan pengawas di lapangan, pekerjaan masih sesuai ketentuan,” pungkasnya.


    Di sisi lain, Para awak media menyatakan akan terus mengawal persoalan tersebut dan menunggu langkah konkret dari DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya, termasuk terkait rencana uji laboratorium terhadap mutu beton K175 serta kepastian standar SNI pada material besi wiremesh yang digunakan dalam proyek tersebut. 


    Apabila tidak ada hasil maupun jawaban yang dinilai jelas dan pasti, beberapa awak media yang tergabung dalam Forum media berencana menindaklanjuti temuan tersebut ke DPRD Kabupaten Tasikmalaya guna meminta pelaksanaan dengar pendapat terkait dugaan kualitas pekerjaan proyek irigasi tersebut.


    (WN)

    Komentar

    Tampilkan

    Terkini

    PEMERINTAH

    +
    /*]]>*/