![]() |
| Tembok pembatas Sekolah Dasar Negeri (SDN) Margahayu XIV di wilayah Kota Bekasi jebol setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Kamis pagi (29/01/2026). |
WARTAKINIAN.COM - Tembok pembatas Sekolah Dasar Negeri (SDN) Margahayu XIV di wilayah Kota Bekasi jebol setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut pada Kamis pagi (29/01/2026). Bagian tembok yang roboh berada di sisi sekolah yang berdekatan dengan lokasi galian kabel utilitas.
Peristiwa terjadi setelah hujan berintensitas tinggi turun selama beberapa jam. Kondisi tanah di sekitar lokasi diduga menjadi labil sehingga struktur tembok tidak mampu menahan tekanan dan akhirnya ambruk.
Sejumlah warga menyebut, sebelum kejadian terdapat pekerjaan galian kabel jaringan di dekat titik tembok yang roboh. Menurut mereka, posisi galian berada tidak jauh dari pondasi tembok.
“Lokasinya memang dekat titik galian. Saat hujan deras, tanahnya terlihat turun lalu temboknya ikut jebol,” ujar salah satu warga di sekitar lokasi.
![]() |
| Kepala SDN Margahayu XIV, Netty Juniarti, S.Pd., |
Pihak sekolah membenarkan kejadian tersebut dan menyatakan telah melakukan langkah pengamanan awal di area terdampak dengan memasang pembatas sementara untuk mencegah risiko lanjutan. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa itu karena terjadi di luar jam kegiatan belajar mengajar.
Kepala SDN Margahayu XIV, Netty Juniarti, S.Pd., mengatakan sekolah akan melaporkan kejadian tersebut kepada instansi terkait agar segera dilakukan penanganan.
“Kami sudah memasang pembatas sementara dan mengimbau siswa tidak mendekat ke lokasi. Kami juga akan berkoordinasi secepatnya dengan pihak terkait agar tembok dapat segera diperbaiki karena menyangkut keamanan dan kenyamanan siswa,” ujarnya kepada wartawan.
Ia juga sempat menegur salah satu pekerja galian tersebut, namun tidak dihiraukannya, "Kami sudah tegur pekerja yang sedang berada di galian tapi di diam saja seakan tidak ada masalah," bebernya.
Kepala SDN Margahayu XIV, Netty Juniarti, S.Pd., berharap perbaikan tembok pembatas dapat segera dilakukan agar lingkungan sekolah kembali aman dan nyaman untuk kegiatan belajar mengajar.
Ia juga meminta adanya pengecekan teknis dari pihak terkait untuk memastikan kondisi struktur di sekitar lokasi tetap stabil pascakejadian.
“Kami berharap perbaikan bisa segera direalisasikan dan ada penanganan menyeluruh, sehingga ke depan tidak terjadi lagi hal serupa dan keselamatan warga sekolah tetap terjaga,” ujarnya.
Sementara itu, hingga berita ini disusun, pihak pelaksana pekerjaan galian kabel maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi.
(Red)


