WARTAKINIAN.COM - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Operasional Dapur Makan Bergizi Gratis ( MBG ) Jayapura 2 yang berlokasi di Desa Jayapura, Kecamatan Cigalontang, Kabupaten Tasikmalaya, menuai sorotan tajam dari masyarakat.
Dapur yang disebut telah beroperasi kurang lebih 2 bulan itu diduga belum memenuhi standar teknis, mulai dari menu makanan yang dinilai tidak sebanding dengan anggaran pemerintah, dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang jauh dari kata layak.
Seorang warga sekitar yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keresahannya terhadap aktivitas dapur MBG tersebut, kami juga mempertanyakan IPAL-nya, karena kegiatan dapur ini sudah berjalan kurang lebih dua bulan,” ujarnya Kamis,22/01/2025
Tak hanya persoalan keselamatan dan lingkungan, warga juga menyoroti menu makanan MBG yang dibagikan kepada Penerima manfaat, menu yang diterima dinilai tidak sebanding dengan anggaran yang telah ditetapkan pemerintah dalam program Makan Bergizi Gratis.
Menanggapi sorotan tersebut, Rizki Selaku Koordinator SPPI Kecamatan Cigalontang saat dikonfirmasi by phone mengatakan, "saya sebagai koordinator SPPI sebatas memberikan teguran terkait IPAL yang belum layak karena posisi IPAL ada di Depan Halaman Dapur, dan saya suruh pindahkan ke belakang namun sampai saat ini belum ada pemindahan IPAL,Terkait Sertifikat Laik Higiene Sanitasi ( SLHS ) Masih Dalam Proses Sedangkan dapur sudah berjalan 2 bulan,"Ucapnya
Soal menu MBG yang dipersoalkan warga, Rizki menegaskan bahwa porsi dan kualitas makanan bukan ranah Saya sebagai koordinator SPPI Kecamatan itu Ranah SPPI Dapur Masing-Masing sesuai dengan perhitungan ahli gizi.
Salah seorang kader Desa Cidugaleun mengeluhkan untuk pengiriman Menu untuk B3 nya sering datang jam 8 malam dari dapur MBG Jayapura 2 Adapun untuk keterlambatan pengiriman B3 ke desa Cidugaleun dengan alasan dikarenakan waktu tempuh.
Namun klarifikasi tersebut justru memantik reaksi keras dari berbagai pihak.
“Program MBG ini menggunakan anggaran negara dan menyasar anak-anak. Seharusnya aspek keamanan, lingkungan, dan kualitas makanan menjadi prioritas utama sebelum dapur beroperasi. Jika IPAL belum layak dan SLHS belum rampung, Apalagi Menu dipertanyakan, maka ini patut diduga ada kelalaian serius.untuk menjalankan dapur MBG tanpa kelengkapan standar. “Tidak boleh ada uji coba dengan keselamatan masyarakat dan kesehatan anak-anak.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah maupun instansi pengawas terkait langkah yang akan diambil terhadap operasional Dapur MBG SPPG Jayapura 2 tersebut.
.(WN)

