WARTAKINIAN.COM - Ketua Wahana Lingkungan Pendidikan Sosial (Walpis), Riyan Nurfallah menyampaikan keluhannya terhadap pelayanan Rumah Sakit KHZ yang dinilai masih jauh dari standar yang seharusnya diterapkan dalam pelayanan kesehatan publik.
Dalam pernyataannya kepada media pada hari Jum'at, Ketua Walpis menyoroti beberapa permasalahan utama yang terjadi di RS Khz, khususnya terkait lamanya waktu tunggu pasien yang dinilai sangat tidak efisien dan merugikan masyarakat.
"Pasien harus menunggu berjam-jam hanya untuk mendapatkan pemeriksaan awal. Ini menunjukkan lemahnya manajemen antrean dan minimnya efektivitas dalam pelayanan," ujarnya Jumat 26 September 2025.
Selain waktu tunggu yang lama, Ketua Walpis juga menilai bahwa RS Khz belum memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan. Hal ini mencakup ketersediaan tenaga medis, kecepatan penanganan gawat darurat, serta kualitas sarana dan prasarana yang belum memadai.
Walpis mendesak pihak manajemen RS Khz dan instansi terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh guna meningkatkan mutu layanan kesehatan. Mereka juga berencana menyampaikan laporan resmi kepada Dinas Kesehatan dan Ombudsman Republik Indonesia untuk ditindaklanjuti.
"Pelayanan kesehatan adalah hak dasar masyarakat. Tidak seharusnya warga harus mengalami perlakuan yang lamban di fasilitas publik seperti rumah sakit,"tegasnya.
Permasalahan pelayanan rumah sakit yang tidak maksimal, terutama terkait waktu tunggu pasien yang lama, menjadi perhatian serius.
"Lamanya waktu tunggu pasien di rumah sakit perlu dicarikan solusi segera untuk mempertahankan kualitas pelayanan. Waktu tunggu yang lama dapat berdampak negatif pada kepuasan pasien dan mutu pelayanan rumah sakit,"imbuhnya.
Dengan demikian Riyan berharap ada peningkatkan Fasilitas Pemerintah dan rumah sakit perlu bekerja sama untuk membangun fasilitas tambahan atau mengoptimalkan fasilitas yang ada.
Mengoptimalkan Pelayanan Pelayanan obat dan kefarmasian perlu dibenahi untuk mengurangi antrian, Serta ada Penambahan Kamar Operasi khusus untuk tindakan operasi ringan dapat membantu mengurangi antrian pasien di ruang operasi sentral.
Masalah ini perlu segera ditangani untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di Indonesia khususnya di RS KHZ Kabupaten Tasikmalaya,"pungkas Riyan.
Hingga berita ini diturunkan pihak RS KHZ belum memberikan tanggapan resmi terkait adanya keluhan tersebut.
(WN)


